Ini Tips Menghitung Boros Atau Tidak Konsumsi Bbm Mobil

Pastinya anda ingin tau mengenai konsumsi materi bakar kendaraan beroda empat yang anda kendarai. Terlebih lagi kalau memang kendaraan anda tidak dilengkapi dengan fitur penghitung konsumsi materi bakar (BBM) pada Multi Information Displaydi dasbor, jangan hawatir anda masih bisa menghitungnya dengan memakai cara yang akan disajikan kali ini.

Umumnya cara yang dipakai untuk menghitung konsumsi materi bakar minyak yaitu metode full to full, yang akan dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Untuk cara pertama isi hingga penuh tangki materi bakar. Sampai terdengar kran otomatis berhenti pertama kali. Setelah keran tersebut berhenti secara otomatis, maka jangan anda isi lagi karna hal tersebut mengambarkan bahwa materi bakar sudah mencapai pada leher tangki. Alangkah baiknya kalau materi bakar diisi di SPBU resmi supaya lebih gampang mengontrolnya.

Kemudian langkah keduanya tekan trip A pada odometer dan tahan hingga menunjukan nomor 0000. Maka selanjutnya jalankan kendaraan beroda empat hingga menunjukan kilometer ke-100 atau lebih. Hal tersebut dimaksudkan semoga lebih gampang perhitungannya, karna pada tangki sudah terjadi pengurangan materi bakar yang cukup banyak serta tangki tersebut sudah bisa diisi kembali.

Untuk langkah ketiga isi ulang tangki materi bakar tersebut yang sudah berkurang. Perlu diingat isi tangki dengan materi bakar yang sejenis hingga penuh kembali hingga berhentinya keran otomatis pertama kali, menyerupai cara peratama tadi. Jangan anda tambahkan lagi dikala kran otomatis telah berhenti.

Untuk langkah terakhir catat setiap jumlah pengisian terakhir, misalnya pengisian terakhir tercatat 10,5 liter. Lalu hitung penggunaan materi bakar dari angka odometer. Contohnya dikala pengisian terakhir materi bakar diangka 100 maka cara menghitungnya 100 : 10,5 = 9,52. Angka tersebut menunjukan bahwa rata-rata konsumsi materi bakar minyak kendaraan beroda empat anda setiap satu liternya bisa menempuh jarak 9,52 kilometer.

Untuk menghitung perbandingan penggunaan materi bakar maka dilakukan dalam tiga kondisi yaitu di dalam kota, kuar kota dan dalam kecepatan konstan. Untuk pengukuran pemakain materi bakar pada dalam kota hasil yang didapatkan akan lebih boros kalau dibandingkan dengan penggunaan dalam kota. Penggunaan dalam kota juga lebih boros kalau dibgandingkan dengan penggunaan dalam kecepatan konstan di jalan bebas kendala atau jalan tol.

Oleh alasannya yaitu itu sebaiknya lakukan pengetesan pada ketiga keadaan tersebut, kerna masing-masing mempunyai perbedaan yang signifikan. Kondisi jalan yang macet juga bisa menimbulkan konsumsi materi bakar menjadi lebih boros.