Nisan Membantah Problem Tentang� Manipulasi Data Uji Emsis

Baru terdengar bahwa Kementrian Lingkungan Korea Selatan akan menawarkan eksekusi terhadap Nissan Motor dengan pengenaan denda sebesar 330 juta won atau yang setara dengan Rp. 3,7 milyar terkait dengan dilema skandal manipulasi data emsisi yang dilakukan. Dan selain itu, Pemerintah setempat juga dikabarkan akan menuntut perusahaa. Baru beberapa waktu sehabis itu, PerusahaanNissan Motor korea Selatan kemudian menanggapi kabar tersebut.

Mobil Nissan Qashqai yang disebut-sebut sebagai model yang pertama tertangkap tangan terjerat perkara skandal manipulasi tersebut. Dikabarkan bahwa telah menonaktifkan sistem pengaturan emisi pada ketika kendaraan beroda empat menjalani proses pengujian untuk laju dalam kondisi normal.

Berdasarkan dari keterangan Reuters yang dilansir dari laman Okezone pada hari Selasa 17 Mei 201, tertuliskan bahwa hal tersebut telah dibantah oleh Nissan Motor Korea Selatan. Nissan Motor Korea Selatan menyampaikan bahwa Nissan Motor tidak pernah memanipulasi data pada kendaraan apapun yang kami produksi dan memakai perangkat menyerupai itu.

Namun dari warta sebelumnya, Perusahaan Nissan Motor Korea Selatan selain akan dikenai denda, pemerintah setempat juga akan meminta Nissan untuk menarik kembali sebanyak 814 unit kendaraan beroda empat Qashqai yang terdampak skandal untu dilakukan perbaikan. Dan pastinya hal tersebut akan menjadi kerugian gres bagi Nissan sebab perusahaan haru mengeluarkan biaya untuk melaksanakan perbaikan terhadap seluruh unit mobil.

Sejak awal terjadinya perkara skandal emsisi pada Volkswagen yang terkuak pada bulan November 2015 lalu, memang Pemerintah korea Selatan telah memperketat investigasi pada produk-produk diesel yang sudah di pasarkan di negara tersebut. Dalam hal ini sudah ada sebanyak 20 model kendaraan yang bermesin diesel yang diperiksa dan salah satunya ialah Nissan.

Namun meski sudah di sanggah, tetapi sampai ketika ini perkara tersebut masih terus berlanjut. Berbagaia macam bukti masih terus diselidiki oelh pihak-pihak terkait. Dan untuk sejauh ini, Pihak Nissan juga masih belum menawarkan bukti apapun. Dan sanggahan yang di ungkapkan gres masih ungkapan semata saja, belum disertai bukti yang menguatkan bahwa apabila perusahaan memang tidak melaksanakan kecurangan tersebut.

Namun apabila benar Nissan telah terbukti melaksanakan kecurangan pada data emsisi tersebut, maka nantinya kemungkinan aka nada model-model dengan mesin diesel lainnya yang akan di periksa.