Tips/Cara Mengemudikan Kendaraan Beroda Empat Dan Berhenti/Macet Di Tanjakan

 

Mengemudikan mobil, bagi orang-orang tertentu yaitu sesuatu yang sulit. Butuh keberanian, kecekatan dan ketelitian yang tinggi ketika seseorang membawa kendaraan beroda empat untuk berkendara di jalan raya. Ia harus siap dengan segala kondisi. Apakah jalan lurus, membelok, menanjak, menurun, macet, dan aneka macam kondisi kemudian lintas lainnya.

Masing-masing medan kemudian lintas yang dilalui membutuhkan teknik berkendara yang berbeda. Kondisi jalan yang lurus dan datar tentu akan berbeda tekniknya dengan kondisi jalan yang menanjak atau menurun.

Nah, dalam kesempatan kali ini, akan Bintom paparkan beberapa tips atau cara mengemudikan kendaraan beroda empat ketika di tanjakan, khusus untuk kendaraan beroda empat manual. Apa bedanya mengemudkan kendaraan beroda empat di tanjakan dengan kondisi jalan rata? Tentu beda. Jika kondisi jalan rata, tentu Anda tidak akan banyak melibatkan penggunaan kopling, gas dan rem. Tidak demikian halnya dengan kondisi jalan menanjak.

Berikut ini beberapa tips yang dapat rekan Bintom gunakan ketika mengemudikan kendaraan beroda empat ketika di tanjakan:

Untuk kondisi jalan tanjakan yang tidak terlalu tinggi, tampaknya posisi gigi perslening 2 atau 3 suah mencukupi. Tapi, kalau tanjakan terlalu tinggi, kondisi gigi perslening baiknya diturunkan ke posisi 1 saja. Kalau tetap dipaksakan, takutnya gak ketanjak, dan bisa-bisa kendaraan beroda empat bukannya naik, malah mundur. Khan dapat berabe…Nah, contohnya pas menanjak, tahu-tahu kondisi jalanan macet. Ingat macet, lho dan bukannya mogok. Maka mau tidak mau, kendaraan beroda empat pun harus diberhentikan. Bagi rekan yang gres berguru nyetir, kondisi ini dapat menciptakan berkeringat dan panas dingin.

Jangan panik deh. Ini Bintom kasih tahu rahasianya biar dapat dengan gampang dapat berhenti ketika di tanjakan. Bagaimana caranya? Ada beberapa alternatif atau pilihan. Berikut ini beberapa pilihan yang dapat dilakukan.

Secara perlahan, tekan pedal kopling bersamaan dengan rem hingga di posisi berhenti. Jangan lepaskan keduanya, untuk kemudian oper gigi persleneng ke posisi netral. Setelah posisi perslening netral, barulah dapat lepas kopling. Ingat, kopling ya yang dilepas, sedangkan pedal rem tetap diinjak. Kalau pedal rem ikutan dilepas, dapat berabe tuh. Mundur dah mobilnya.Selain memakai injakan pedal rem, dapat juga memakai alternatif lainnya, yaitu memakai rem tangan. Angkat rem tangan, sehabis dirasa rem tangan terangkat pada posisi yang pas, barulah dapat dilepas tuh injakan pedal rem. Dalam kondisi ini, kendaraan beroda empat berhenti dan kaki kita dapat beristirahat sejenak untuk melepas pegal-pegal. Silakan digoyang-goyang tuh kaki biar rileks.Bagi rekan Bintom yang sudah sedikit ahli, atau bahasa kerennya sudah expert dalam urusan mengemudikan mobil, maka cara yang ketiga ini dapat dicoba, yaitu berhenti di tanjakan dengan cara mengkombinasikan injakan pedal gas dan kopling. Dalam teknik ini, pedal rem tidak difungsikan atau tidak diinjak. Pedal gas diinjak setengah dan pedal kopling juga diinjak setengah. Kombinasi dari kedua injakan itu menghasilkan kendaraan beroda empat yang berhenti stabil di tanjakan.

Nah, dari ketiga teknik berhenti di tanjakan itu, teknik yang ketiga yaitu teknik yang tersulit. Butuh latihan dan keterampilan yang ekstra untuk dapat melakukannya. Bagi rekan yang masih gres berguru mengemudikan mobil, sangat tidak disarankan memakai cara yang ketiga. Salah-salah kendaraan beroda empat maju atau bahkan mundur. Bisa goresan deh….

Lalu, bagaimana cara berjalan kembali sehabis posisi berhenti itu? Untuk memulai jalan kembali, memang posisi berhenti yang ketiga yaitu cara yang simpel. Cukup mengurangi tekanan kopling dan sedikit menekan gas, maka kendaraan beroda empat pun berjalan dengan perlahan.

Sedangkan untuk cara yang pertama, untuk memulai kembali berjalan, injak pedal gas perlahan sambil memainkan kopling sedikit-sedikit untuk mengimbanginya. Sedangkan untuk cara yang kedua, pastikan ketika akan berjalan kembali, rem tangan telah dilepas.

Selamat berlatih mengemudikan kendaraan dan berhenti di tanjakan. Selamat berlatih dan mencoba.